Yuk Kita Kenali COVID 19

Penyakit Dilihat 22830 Orang
Dhince25

17-04-2020 23:24:51

Yuk Kita Kenali COVID 19

2019 nCov merupakan jenis corona virus baru yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan. Jenis virus RNA yang satu kelompok dengan viru MERS CoV, SARS CoV, dan corona virus penyebab flu biasa. Corona virus pada umumnya terdapat pada hewan tetapi beberapa dapat menginfeksi ke manusia (zoonosis) termasuk nCoV ini, saat ini diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Sumber awal virus ini diduga berasal dari kelelawar, karena kemiripan genom (materi genetik) nCoV dengan corona virus di kelelawar.

Saat menginfeksi manusia, virus ini berikatan dengan suatu reseptor bernama ACE2. Reseptor ini ternyata lebih banyak terekspresi pada laki-laki dan banyak pada ras Asia dari pada kulit putih. Hal ini diduga menjadi alasan mengapa kebanyakan pasien nCoV adalah laki-laki dan mayoritas adalah ras Asia (Cina).

Karakteristik Corona virus yang kemungkinan dimiliki nCoV :

1. Sensitif pada pernafasan (virus mati pada pemanasan suhu tertentu, dari penelitian pada suhu 60 derajat jumlah virus sudah menurun drastis, sedang pada suhu rendah virus terkonservasi).

2. Sensitive terhadap desinfektan, alkohol 70 % atau handsanitizer pada umumnya sudah dapat membersihkan dan mematikan virus.

3. Di Indonesia merupakan negara tropis, adapun sinar UV alami yang mampu menghambat aktivitas virus.


PENULARAN : nCoV dapat menular memlalui droplet cairan tubuh, kontak erat/intensif dengan penderita atau barang dan lingkungan tercemar nCoV. Kontak yang dimaksud adalah kontak pada jarak sekitar 1 meter atau kontak yang sering dengan sumber penularan.

GEJALA KLINIS :

nCov menyerang sel epitel saluran nafas atas dan sel epitel usus halus. Sehingga gejala yang muncul mirip dengan flu biasa (demam, batuk, neuralgia, sesak dan diare). Pada kasus berat, dapat menyebabkan pneumonia. Masuknya virus dapat menimbulkan terjadinya respon imun berupa pelepasan sitokin dalam jumlah banyak yang dikenal dengan badai sitokin yang dapat menyebabkan sesak sehingga membutuhkan ventilator. Gejala lain dari nCoV adalah jumlah leukosit yang normal, dimana pada umumnya virus menyebabkan leukopenia (leukosit rendah). Tambahannya yaitu ketika ada seseorang yang berpergian ke daerah outbreak  atau ada kontak dengan seseorang yang positif terkena nCoV.

Masa inkubasi virus sekitar 14 hari (masa sejak pasien terinfeksi hingga muncul gejala yang telah dijelaskan sebelumnya). Masa inkubasi nCoV yang relatif lama ini yang menyebabkan thermal scanner di bandara kurang efektif karena bisa jadi orang tersebut terinfeksi sebelum demam dan bisa lolos dari deteksi thermal scanner.

Tingkat keparahan nCoV relatif rendah 3 – 5 % jika dibandingkan dengan wabah sebelumnya :

  • SARS CoV (10%)           - H5N1 (80%)
  • MERS CoV (37%)

Kebanyakan pasien yang meninggal adalah pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan lain-lain. Hanya saja nCoV ini mempunyai nilai R0 (R-nought) yang relatif tinggi.  WHO memperkirakan R0nya sekitar 1,4 – 2,5. Sementara model terbaru menunjukkan nilai sekitar 3,6 – 4,0 yang artinya satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi sekitar 3 hingga 4 orang. Sehingga kemungkinan penyebarannya tinggi (data awal bahwasanya sejak tanggal 1 Maret belum ada kasus yang terdeteksi warga Indonesia positif terkena nCoV, hingga pada tanggal 15 Maret sudah tercatat 5.516 kasus nCoV, dengan jumlah kematian 496 dan jumlah pasien yang sembuh mencapai 548)

Deteksi : untuk mendeteksi ada tidaknya nCoV pada diri kita yaitu dnegan cara pengambilan sampel saluran nafas atas (swab tenggorokan) untuk selanjutnya  RT PCR atau sekuensing untuk mendeteksi materi genetic dari virus pada pasien.

Pengobatan dan Vaksin :

Saat ini belum ada obat yang menyembuhkan maupun vaksin yang mencegah penyakit ini. Obat yang ada adalah obat suportif untuk meningkatkan sistem imun dan mengurangi keparahan gejala. Beberapa tindakan yang dilakukan rumah sakit :

  • Isolasi pasien untuk mencegah penyebaran infeksi
  • Serial CT Scan untuk mengamati perkembangan penyakit
  • Pemberian antibiotic karena biasanya disertai infeksi bakteri
  • Pemberian steroid tidak disarankan karena dapat menurunkan system imun.

Pencegahan nCoV :

1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

2. Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handzanitizer

3. Menggunakan masker. Cuci tangan sebelum menggunakan masker. Selesai menggunakan masker medis langsung disobek atau digunting untuk menghindari penggunaan berulang oleh orang lain dan langsung di buang, kemudian cuci tangan kembali.

4. Menghindari daerah outbreak  dan kontak dengan sumber penularan (orang sakit, benda, makanan yang mungkin tercemar).

5. Apabila mengkonsumsi daging, masaklah daging sampai benar-benar matang.

6. Pisahkan pisau untuk makanan mentah dan makanan matang untuk mencegah infeksi dari makanan mentah.

7. Terapkan etika batuk/bersin. Gunakan lengan sisi bagian dalam atau tutup mulut dengan tissue saat batuk dan bersin. Hindari menggunakan telapak tangan.

8. Saat mengalami gejala pernafasan, kenakan masker, hindari pergi bekerja atau sekolah, hindari pergi ke tempat keramaian dan segera cari bantuan dokter

9. Jaga imunitas dengan mengkonsumi makanan buah dan buah yang bergizi serta bersih.

10. Dan hal yang paling utama adalah berdoa, memohon perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari wabah nCoV  yang sedang terjadi.

Nah begitu penjelasan singkat mengenai nCoV atau yang kita kenal dengan COVID-19 atau Corona Virus yang sedang menjadi wabah dibeberapa negara. Perlu kita ketahui dan patuhi mengenai kebijakan pemerintah seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dibuat untuk memutus rantai penyebaran wabah ini. Semoga bermanfaat, jaga kesehatan dan tetap semangat ya 😊.

Narasumber

  • dr. Fera Ibrahim (Ahli Mikrobiologi dari departemen Mikrobiologi FKUI)
  • dr. Erlin Burhan (RS Persahabatan)