Cendana - Kayu yang Harum

Divisi Spermatophyta Dilihat 18242 Orang
Dhince25

26-04-2020 20:18:06

Cendana Kayu berbau harum

Jika ada bunga berbau wangi, itu biasa. Tapi jika ada kayu berbau wangi, ini luar biasa. Inilah kayu Cendana, kayu yang dikenal berbau harum.

Cendana adalah tanaman asli Indonesia. Pohon Cendana banyak ditemukan di wilayah NTT, seperti Flores, Rote dan Sumba. Dalam bahasa Inggris, Cendana disebut dengan Sandalwood. Nama ilmiah tumbuhan ini adalah Santalum album.  

Cendana memiliki klasifikasi seperti berikut :
Kingdom       : Plantae
Divisi            : Spermatophyta
Sub divisi      : Angiospermae
Class            : Dicotyledonae
 Sub class     : Rosidae
Ordo             : Santales
Family          : Santalaceae
Genus          : Santalum
Species        : Santalum album L.

Morfologi Tanaman Cendana (Santalum album L.)

Pohon Cendana dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter. Batangnya tergolong kecil, yaitu berdiameter 40 sentimeter. Dengan batang bercabang banyak dan menghasilkan ranting-ranting yang banyak pula.  Batangnya bulat agak berlekuk-lekuk. Kulitnya kasar dan berwarna coklat tua. Pada akar, batang, dan dahan cendana dewasa yang berumur sekitar 30-40 tahun, sudah memiliki aroma yang wangi.

Sistem perakaran cendana sebagian besar adalah mendatar (horizontal) dan sedikit yang mengarah vertikal. Di alam letak perakaran cendana umumnya dangkal, baik yang berada diantara batu-batu maupun di lokasi tanah gembur. Jangkauan akar cendana dapat mencapai 30 meter dari tegakan tanaman

Daun Cendana tumbuh berhadapan, berbentuk lonjong dengan ujung meruncing, dan tepi daun rata. Bunga tumbuh di ujung ranting dan ketika daun, berwarna ungu kehitaman. Buahnya berbentuk bulat bulat. Saat muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna merah sampai hitam keunguan. Berdaging tipis dan didalam daging buahnya terdapat biji yang berbentuk bulat serta kulit bijinya tipis dan memiliki daging biji.

Habitat dan Persebaran Tanaman Cendana

Tanaman cendana adalah tanaman endemis Nusa Tenggara Timur, dimana tanaman ini tumbuh dengan optimal pada kondisi lingkungan yang sangat mencekam, dengan kondisi curah hujan yang rendah antara 600-1.600 mm per tahun dan pada bulan kering yang panjang yaitu antara 9-10 bulan. Cendana yang tumbuh pada daerah dengan curah hujan yang tinggi tidak akan menghasilkan kayu yang kualitasnya bagus walaupun secara vegetatif tumbuhnya memuaskan. Kayu yang berkualitas bagus adalah kayu yang mempuyai aroma yang wangi dimana dari kayu tersebut akan menghasilkan minyak atsiri.

Manfaat Tanaman Cendana

Cendana merupakan kayu mewah yang diperdagangkan berdasarkan berat dalam kilogram, tidak seperti jenis-jenis kayu lain misalnya jati, mahoni, meranti, ramin, dan lain-lain yang dijual dalam volume meter kubik. Kemewahan kayu cendana terletak pada aroma kayunya yang wangi dan khas, sehingga harga jualnya pun sangat tinggi

Kayu Cendana digunakan untuk membuat kerajinan kayu. Selain itu, kayu Cendana juga diolah untuk menghasilkan minyak Cendana. Minyak Cendana digunakan sebagai bahan kosmetik, minyak aromaterapi dan wewangian. Daun cendana dapat juga digunakan untuk mengobati demam, dan dalam bidang keaagamaan kayu cendana ada hubungannya dengan pengaruh agama Hindu dan Budha sebab, digunakan untuk membangun candi dan kuil, serta dipakai untuk membakar mayat menurut agama Hindu.