Lebah, Si Mungil yang Manis

Serangga Dilihat 9213 Orang
Dhince25

28-04-2020 02:06:15

Lebah, Si Mungil yang Manis

Serangga hidup secara berindividu mapun berkelompok. Serangga yang hidupnya berkelompok sering kita lihat berjalan dan bekerja sama untuk membangun rumah ataupun mencari makan. Contoh serangga yang hidupnya berkelompok salah satunya adalah lebah. Mau tau lebih banyak tentang hewan mungil ini? Yuk kenalan sama Lebah dan simak artikel ini ya 😊.

Lebah termasuk ke dalam ordo Himenoptera. Himenoptera merupakan serangga yang memiliki sayap selaput. Di dunia ini terdapat lebih dari 20.000 spesies lebah yang dapat ditemukan dari seluruh benua, kecuali Antartika.

Klasifikasi Lebah

Lebah memiliki klasifikasi lebah madu sebagai berikut :
Kingdom    : Animal 
Phylum      : Arthropoda 
Class         : Hexapoda / Insecta 
Ordo          : Hymenoptera 
Family       : Apidae 
Genus       : Apis 
Species     : Apis andreniformis, Apis cerana, Apis dosarta, Apis florea, Apis koschevnikovi, dan Apis mellifera.

Lebah Soliter

Kehidupan lebah tergantung pada perilaku lebah betina. Beberapa lebah betina hidup sendiri atau disebut dengan soliter dan beberapa lebah betina lainnya hidup berkelompok disebut berkoloni. Lebah soliter membangun sarangya sendiri dan mencari makanan untuk keturunannya tanpa bantuan lebah lainnya. Biasanya, lebah soliter mati atau meninggalkan sarang ketika keturunannya belum menjadi lebah dewasa. Bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial.

Lebah Berkelompok

Lebah yang hidup secara berkelompok saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing. Lebah ini biasanya memiliki pembagian kasta dan memiliki tugas yang berbeda satu sama lainnya.

Morfologi Lebah

Tubuh lebah terdiri dari tiga bagian besar yaitu kepala (head), dada (thorax), dan perut (abdomen). Tubuh lebah madu beruas-ruas dan ruas tersebut saling berhubungan disebut segmen. Pada kepala lebah terdapat 5 buah mata yang terdiri dari 3 mata sederhana (ocelli) dan 2 mata majemuk (faset). Selain itu juga terdapat mulut dan sepasang antenna. Pada dada lebah terdapat dua pasang sayap. Sepsang sayap depan lebih besar ukurannya dibandingkan dengan Sepasang sayap belakang. Selain itu, juga terdapat tiga pasang kaki.

Sengat lebah

Pada perut lebah terdapat sangat lebha yang berfungsi sebagai senjata untuk mempertahankan diri dan kelompoknya dari bahaya yang mengancam mereka. Snegat hanya dimiliki oleh lebah ratu dan lebah pekerja. Sahabat pernah ada yang disengat lebah? Bagaimana rasanya? Cukup menyakitkan dan menimbulkan rasa panas serta bagian kulit kita akan membengkak. Sahabat perlu ketahui bahwa saat lebah menyengat, lebah akan memasukkan alat sengatnya ke kulit kita dan hal ini mengakibatkan alat sangat itu terlepas dari tubuh lebah dan saat itu pula pencernaan lebah ikut keluar sehingga membuat lebah mati.

Proses Perkawinan Lebah Ratu dan Lebah Jantan

Pada saat musim kawin, lebah ratu akan terbang ke udara dan diikuti oelh lebah jantan. Perkawinan lebah terjadi di udara yang melibatkan beberapa lebah. Setelah perkawinan terjadi, lebah jantan akan mati. Sperma akan disimpan dalam kantung sperma (spermatheca) yang terdapat dalam tubuh lebah ratu.

Metamorfosis Lebah

Lebah memiliki metamorfosis sempurna yang berawal dari telur menjadi ulat, lalu menjadi pupa dan kemudian menjadi lebah dewasa. 
Telur Lebah  : Ratu lebah akan meletakkan telur di dalam sangkar. Sangkar lebah dibuat oleh satu koloni dan terbagi ke dalam 3 jenis tingkatan sesuai dengan kasta lebah.

Sarang lebah sendiri terbagi ke dalam beberapa sel. Pada masing – masing sel, terdapat 1 buah telur lebah. Ukuran telur lebah sangat kecil, seperti ukuran mikroorganisme. Sehingga harus menggunakan microscope untuk dapat melihat bentuk dari telur lebah.

Karakter dari bentuk telur lebah seperti butiran beras. Namun ukuran dari telur lebah lebih kecil daripada ukuran satu butir beras. Besar ukuran dari telur lebah yaitu 1,7 mm. Pembagian kasta lebah dilakukan oleh ratu lebah sejak dari fase telur. Masing – masing kasta mempunyai ukuran sel sarang masing – masing. Untuk sel sarang lebah kasta pekerja mempunyai ukuran yang paling kecil dari pada kasta lagi.

Dalam fase ini memakan waktu yang sangat singkat. Hanya selama 3 hari, telur lebah akan menetas dan memasuki fase metamorfosis berikutnya. Masing – masing telur, baik kasta pekerja, prajurit maupun ratu mempunyai masa fase telur yang sama.

Larva Lebah  : Setelah fase telur berakhir, lebah akan memasuki fase larva. Bentuk dari larva lebah juga hampir sama dengan bentuk butiran beras. Ukuran dari larva juga hampir sama dengan ukuran butir beras. Begitu pula dengan warna larva lebah, yaitu putih.

Pada fase ini larva masih tinggal di dalam sel sarang. Posisi larva ketika berada di dalam sel sarang seperti meringkung layaknya belatung. Larva lebah akan mengalami pergantian kulit sebanyak 5 kali. Pada salah satu ujung larva berwarna merah.

Sumber makanan dari larva lebah adalah serbuk sari yang dibawa oleh lebah pekerja. Larva lebah mempunyai sifat yang sangat rakus. Sehingga dalam satu hari dapat makan sebanyak 1.300 kali. Sehingga pertumbuhan larva menjadi lebih cepat.

Masing – masing kasta lebah mempunyai masa fase larva yang berbeda – beda. Untuk lebah pekerja mempunyai fase larva yang paling lama dari pada kasta lebah lain. Larva lebah pekerja mengalami fase larva selama 13 hari.

Sedangkan larva lebah prajurit, mempunyai masa fase larva lebih singkat daripada kasta pekerja. Masa lebah prajurit dalam fase ini yaitu 10 hari. Sedangkan masa dari fase ratu lebah yang mempunyai masa fase selama 9 hari. Pada masa fase larva, sering dimanfaatkan sebagai umpan untuk memancing. Jadi larva lebah masuk ke dalam rantai makanan dan merupakan sumber makanan ikan.

Pupa Lebah : Ketika memasuki fase pupa (kepompong), lebah perawat akan menutupi pintu sel dengan rapat. Pupa dari lebah mempunyai bentuk bulat dan bergaris – garis seperti ekor lebah. Namun belum mempunyai bulu dan hanya berbentuk segel seperti lilin.

Pada fase ini merupakan fase pembentukan dan penyempurnaan tubuh lebah, seperti mata, sayap hingga kaki. Mata pupa akan mengalami perubahan warna sebanyak 2 kali. Sebelumnya warna mata pupa adalah merah, kemudian berubah menjadi biru keunguan. Lalu warna berubah menjadi hitam dan berbentuk mata sempurna.

Sumber makanan dari pupa adalah segel pupa itu sendiri. Setelah segel habis, kemudian pupa akan keluar dari sel sarang dalam bentuk lebah sempurna. Hal ini menandakan fase pupa lebah berakhir. Masa fase pupa masing – masing kasta berbeda. Pada lebah pekerja akan mengalami fase pupa selama 6 hari.

Untuk fase dari pupa lebah prajurit merupakan fase pupa yang paling lama. Masa fase pupa pada kasta tersebut berlangsung selama 7 hari. Sedangkan masa pupa pada ratu lebah sangat singkat, hanya 3 hari.

Lebah Dewasa : setelah fase pupa berakhir, lebah dewasa akan menjadi lebih aktif. Mereka memakan penutup sel dan muncul keluar sel dengan bentuk tubuh yang sempurna. Pada fase ini lebah akan beraktivitas sesuai dengan kasta. Lebah pekerja terbagi ke dalam 2 jenis. Ada jenis lebah pekerja yang mencari makanan untuk semua koloni.Ada pula yang bertugas untuk membuat dan memperluas sel sarang. Sedangkan lebah prajurit bertugas untuk m

enjaga ratu dan sel sarang. Sedangkan ratu lebah bertugas untuk melakukan reproduksi.

Apakah yang dimakan Lebah?

Makanan lebah berbeda-beda sesuai dengan kastanya. Lebah ratu mengkonsumsi royal jeli, tepung sari, dan madu sepanjang hidupnya. Lebah jantan mengkonsumsi sari bunga dan madu biasa. Sedangkan lebah pekerja mengkonsumsi royal jeli hanya tiga hari pertama ketika dalam fase larva. Setelah itu, lebah pekerja hanya mengkonsumsi sari bunga dan madu biasa.

Dimana Lebah membangun Sarangnya?

Lebah membangun sarangnya di alam bebas, seperti di atas bukit, di gua-gua dalam hutan, di pohon kayu, dan di atap rumah. Sedangkan di peternakan lebah, koloni lebah tinggal di dalam tempat yang sudah disediakan yang disebut dengan stup. Sarang lebah dibangun dari lilin (malam) yang terdapat dalam tubuhnya.

Bentuk Sarang Lebah

Sarang lebah tersusun atas ratusan sel kecil berbentuk segi enam (heksagon). Dengan bentuk sarang yang seperti ini, lebah dapat menyimpan madu dalam jumlah besar. Selain itu, sarang yang dibangun hanya membutuhkan  bahan lilin yang sedikit. Lebah juga membangun sarangnya dengan perhitungan sudut yang akurat. Agar madu tidak tumpah, setiap rongga dibangun dengan kemiringan 13 derajat. Sarang lebah yang terlihat rentan juga ternyata sangat kuat. Sarang ini mampu menahan beban ratusan lebah beserta madunya.

Yap, itulah singkat perkenalan kita dengan hewan mungil yang memiliki peran sangat penting dalam penyerbukan pada tanaman. Tanpa hewan mungil ini, mungkin di Bumi kita akan mengalami krisis tanaman dan juga krisis daging, yang berarti manusia pun akan punah karena kekurangan makanan. 

Kita jaga dan lestarikan yang ada di Bumi ini, baik itu hewan maupun tumbuhan. Agar anak cucu kita bisa mengetahui betapa indahnya ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala. 😊
Barakallahu fii kum.